Kriiing… Kriiiing.. Kriiing.. Kriiiing..
Aku terbangun dari tidur panjangku, 12 jam aku menghabiskan (mungkin) seribu rol mimpi. Dan sepertinya masih tersisa di dalam kepalaku. Apa ya mimpiku semalam? Aku mengingat-ingat tentang pantai lalu…tentang kejadian ritual fertility bersama bintang. Aaarrrgghhh aku lupa detailnya. Aku menguap panjang sambil mengeliat. Ayoo bangun bre! ! Sapa matahari lalu belanja pagi. Dan jangan lupa gosok gigi.
Tak perlu berlama-lama sepertinya, air dingin membasuh tubuhku. Ritual pagi harus segera dilaksanakan. Pagi ini aku berjamaah dengan angin, air, tanah, api dan rasa untuk memohon, mengadu, curhat dan lain sebagainya kepada Sang Pemilik Pagi.
Matahari, temani aku berkelana pagi ini di pasar pagi jalan merdeka yah.. Please dont seduce me! aku lupa membeli krim sunblock.
Baru berjalan 50 meter sudah ada yang menyapaku. Sekedar berbasa-basi dan sedikit memberi info tentang nasib tetangga lain di sekitarnya. Iihh ibu rempoong deh. Hahaha capcuzz dulu yah, tar keabisan bubur ayam kalo kelamaan ngegosipnya. Senyum manisku untukmu wahai sang pembawa kabar burung.
Aku berjalan lumayan jauh. Tak apa, sendal jepit hijau swalowku dijamin tidak putus jika hanya untuk perjalanan ini. Aku sudah membawa bekal air minum dari rumah tadi. Menyenangkan sekali pagi ini. Ahhh, efek mimpi semalam sepertinya masih membekas di setiap aliran darahku dan terus menjadi klimaks di tubuhku hingga aku benar-benar merasa rileks menyunggingkan senyumku pada siapa saja pagi ini. Hapeku bergetar..
:Ooo na na, whats my name.. Oo na na whats my name: Dani calling.
halo sayang..
“halo juga sayang, lagi ngapain”
jalan-jalan pagi ke merdeka, mau ngecengin tukang bubur. Hahaha
“yasud, kirain belum bangun. Just wanna say, miss you here.”
hahaha makanya buruan pulang, ngapain lama-lama di jogja lagi. Sama clara?
“absolutly, she’s still naked under the blanket. Hahaha “
miss you too, next time kamu mesti ikut aku kesini. Pagi yang indah kan sayang?
“nyaris sempurna, jika bersama kamu”
gimana mungkin kamu menggoda aku padahal kamu masih memeluk wanita lain. Hahaha kapan pulang?
“dunno, mungkin minggu depan. Masih banyak yang mesti dikerjakan, dan lagipula she’s gorgeous”
aku bermimpi dengan bintang semalam, please tell him!
“okay, dan sepertinya clara terbangun. I have to do something now. See you angel. I love you.”
i love you too. Bye.
:tut tut tut:
Satu lagi keajaiban pagi, ternyata aku bukan satu-satunya yang merasakan indahnya pagi. Iseng aku memainkan jari-jariku, tidak tahan aku ingin menggoda Dani sekali lagi. Dont try too hard darling #haha :sms sent:
Tidak terasa ku sudah separuh perjalanan. Ada rombongan keluarga yang sepertinya juga menuju jalan merdeka. Si bapak menggendong anaknya yang kecil di pundaknya. Umurnya mungkin 2 tahunan. Anak itu kegirangan sambil berteriak-teriak.
“inggiiii..inggiii” orangtuanya tertawa mendengar celotehan anaknya. Okay, tambah satu lagi keajaibannya Tuhan.
Ok, sampai juga. Sudah ramai jalanannya. Puluhan pedagang dadakan menggelar alasnya. Ada yang dengan modal kain terpal, ada yang teduh dibawah tenda, bahkan tidak sedikit yang menggelar dagangannya di belakang bagasi mobilnya. Riuh menjajakan dagangannya, tawar menawar.
Tukang mainan meniupkan gelembung-gelembung sabun pelangi. Sukses membuat beberapa anak kecil merengek pada orang tuanya. Dan senangnya bukan kepalang jika ibunya akhirnya membelikan. Sepanjang jalan anak itu akan meniup gelembungnya lalu jika gelembung yang beterbangan itu mengenai wajah seseorang. Orang itu akan berteriak “aduh”. Padahal apa sakitnya kena gelembung sabun.
Tukang ikan hias tak kalah cerdiknya. Dia menggantung bungkusan ikan warna warni. Diatas ember besar disediakan ikan warna warni, siapapun yang ingin membeli boleh memilih sendiri ikannya. Dia tidak menawarkan ikannya pada orang-orang dewasa tapi pada anak-anak. ” ikannya dek, boleh dilihat. Banyak pilihannya.” Lalu seperti sudah setting autoplay, otomatis si anak akan berhenti. Menengok, memperhatikan. Jika tidak tertarik dia akan melanjutkan langkahnya, tapi jika tertarik dia akan merengek pada orang dewasa yang menggandengnya. Lalu terjadi tawar menawar, dan si anak sudah di dekat ember besar memilih ikan mana yang akan diambilny nanti. 5 orang anak mengelilingi ember besar. Namun hanya seorang ibu-ibu yang menyerahkan uangnya pada tukang ikan hias.
Ada tukang pakaian dalam dengan kerumunan 10 orang ibu-ibu. Aku tidak tahan untuk tidak ikut nimbrung. Sepuluh ribu tiga. Murah merinding gambreng. 15 menit aku disitu memilih dan mengukur. Dunia wanita memang indah.
:you’ve got mail: “not too hard but with my heart. Lol.” balasan dari dani mau tak mau membuatku tergelak.
Mampir ke tukang bubur ayam, memesan semangkok bubur ayam extra bawang goreng lengkap dengan sate usus. Aku mengeluarkan air minum yang aku bawa dari rumah. Otomatis berbunyi saat bubur ayam tersaji dihadapanku. Hmmmm kurang sambelnya. Dua orang masuk, salah satunya membawa gitar. Mereka mulai bernyanyi.
“aku tak tahu apa yang ku rasakan
dalam hatiku saat pertama kali
lihat dirimu, melihatmu
seluruh tubuhku terpaku dan membisu
detak jantungku berdebar tak menentu
sepertinya aku tak ingin berlalu
berikan cintamu juga sayangmu
percaya padaku ku kan menjagamu
hingga waktu menjemputku”
Aku mengikuti nyanyian mereka. Ah, pagi ini pun semakin indah. Nyaris sempurna jika bersamanya saat ini. Bulan, tunggu aku malam ini.
jek dudu gayane…
aku niteni
tapi tak batin dewe, gak tak kandak2ke wong akeh
hai darling ….udah selese ngecengin tukang buburnya? hehheheheh
waduh, puisinyaaaaa…. #mdrcct
Hadeeeeeeeeeeeeehhhh… *nepok jidat*
Ini yu bre? Tenane? =))
Puisi opo je iki?
*enoyed* *penthung* *penthung*
yen bar ngimpi ketemu banyu . rambut buntut urange ojo lali di kethok