Suatu pagi dani menanyakan suatu hal yang tidak terduga. Pagi itu hujan, kami memandang matahari dari balik jendela yang basah. Jarak 15 km dari tempat kami masing-masing berada terasa dekat ditelinga. Sudah 20 menit berlalu semenjak kami bersama menyapa matahari.
“lo udah pernah ke lantai 6? Disana katanya ada coffe shop enak.”
aku menggeleng. Tidak.
“besok gw jemput lo dibawah, kita kesana ok?”
Lagi-lagi aku menggeleng. Lain kali saja.
“ok, gw mulai curiga. Lo kenapa sih, ga pernah mau pergi dari lantai 8? ”
Aku mulai menundukkan kepala, bulir airmata mulai menuruni ujung mataku. Aku menghela nafas panjang. Tidak ada apa-apa, semua baik-baik kok.
“jangan bohong”
sudahlah. Seperti sekarang saja sudah cukup berlebihan untukku.
“kapan terakhir lo hidup?”
Aku terbahak-bahak. Dani berpikir mungkin aku sudah mati. Nyaris dan, jika aku tidak berkenalan matahari mungkin aku sudah mati.
matahari sudah membuatku cukup hidup. Aku tidak mungkin lebih mengkhianati bulan lagi.
Dani terdiam agak lama sebelum akhirnya dia menghela nafasnya. “lo terperangkap dalam kurungan sinar emasnya”
aku bukan terperangkap. Aku telah menyerahkan jiwaku untuk melayani bulan.
“lalu? Apa masalahmu?”
Banyak. Banyak. Banyak.
aku hanya bisa mendatangi tempat-tempat dimana dia menginginkan aku dimana.
“besok gw bakal menyeret kaki lo keluar!! Lo ingat itu, lo mesti gw paksa”
Dani sayang, aku juga ingin melihat sungai diujung kota ini. Menghitung setiap ikan yang melewati jari kakiku. Aku bahkan sering bermimpi berkemah di hutan. Di bawah sinarnya dalam kehangatan api unggun. Beberapa kali aku mendengar cerita dari teman-temanku jika di sebelah utara pinggiran hutan sana ada sebuah padang rumput, tempat paling sempurna melihat pelangi.
Tolong paksa aku mendatangi mereka, aku ingin lebih hidup lagi.
jangan dipaksa2 dong kasian :)
Gimana caranya saya memaksa anda???
karya yang mantap….
Dipaksa enak kok mbak *eh
Dijorogkin aja bang ;))
mari kita paksa bersama-sama
dooh..kok diruda paripekso…mesakno nemen..ki… he.he.he.he.. wuis..bloge keren saiki…
Kayaknya aku juga mulai gemas ingin ikutan memaksa nih… ;)
Emang enak apa dipaksa-paksa? :D