Selamat pagi Matahari, nyaris berbulan-bulan aku ga menyapamu. I.’m stronger of course..
Dani akhirnya bisa menerima kepergianku dari lantai 8. pindah ke tempat yang lebih nyaman, meskipun bisa dibilang tempat baruku jauh lebih berisik. jauh dari kata rapi dan tenang seperti dulu. Tapi paling tidak saat senja menyusup, aku bisa menyapanya. Dia adalah senja, antara matahari dan bulan.
aku akan baik-baik saja. kita masih bisa bertemu kapan saja. dont such a baby dear, hapus ah air matamu.
“kamu pasti sakit sekali ya. kamu ga pantas diperlakukan seperti itu.”
pantas tidak pantas, semuanya sudah terjadi. aku harus terus jalan sayang, aku punya dio. dan aku mesti tetap hidup untuk itu. jatuh, mati dan hidupku adalah pilihanku. dan tak seorangpun yang kini bisa membuatku menangis lebih sakit lagi.
“masihkah kamu mencintai bulan?”
Maafkan aku, biar itu tetap menjadi rahasia hatiku.
Ini bukan akhir, ini awal kehidupanku.
tes komen
matahari pagi, pancarkan sinarmu, agar aku merasakan kehangatanmu…
uh.. ngiri liat orang masih terpesona dengan cintah.. cieee
ini tentang cinta toh..?
hehehehe
ehm…tinibo ing wuyung… uopooo kui artine..he.he.he.. mampir..mbak..