Resah

Posted on 25th September 2011 in Love

Baiklah, akan aku ceritakan keresahan ini. Suatu hari di ujung malam, tiba-tiba semuanya padam. Lalu menjadi mimpi buruk, dan pagi harinya aku terbangun dengan keringat dingin.
Ternyata pagi ini aku panen kekhawatiran, otak masih penuh tanda tanya besar “bagaimana mungkin”. Itu tadinya cuma sekedar cerita yang aku tulis untukmu dulu. Lalu publish dan menjadi nyata.  Pertanyaan2 yang dulu kita gulirkan mendadak punya jawaban semua.
Lalu berceritalah kamu, tentang ini, itu, begini, lalu begitu dan inilah. Madep mantep maju. Ambil semua resiko di depan. Bismillah, dan hadapi.
Ini bukan pengorbanan bre, ini win win solution.

Resah ini, ga akan bisa kamu jawab hanya dengan meyakinkan aku. Kamu tau aku tau kamu. Kamu tau aku paling ga bisa kalo ujung-ujungnya kamu nyakitin hatimu sendiri. Kemarin kamu bilang mau jadi diri kamu sendiri, dan kalo ini malah jadi bikin kamu semakin jadi bukan kamu.

Ah, sahabat macam apa aku? Sama sekali ga ada gunanya.

Janji sama aku ya sayang, kamu ga akan nyakitin hatimu. Kamu akan bahagia. Kamu Harus janji, kamu harus janji sama aku. KAMU HARUS BAHAGIA.

Kamu harus bahagia. Kamu harus bahagia. Kamu harus bahagia.

comments: 4 » tags: ,

4 Responses to “Resah”

  1. etha says:

    harus harus harus bahagia :)

  2. Lidya says:

    aku juga harus bahagia mbak

  3. harus dong mbak… :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>