Mari kita menceritakan tentang dia..

…….

Ini hanya bagian dari hidup, ini akan ada akhirnya.

“aku tidak ingin yang lain selain kamu dan dio”

Lalu kamu memelukku menciumiku.. dan menangis.

Ga ada yang lebih kamu cintai di dunia ini selain aku dan buah hati kita. kamu sangat mencintai aku, kamu sangat membutuhkan aku dan dio. dan dia bukan apa-apa dibanding aku.. Aku yang terbaik. Aku yang terbaik.

Dia ga bisa berjuang bersama kamu dengan uang 10ribu, dengan 1 liter beras, dengan cacian. Dia hanya melihat aku yang seperti sekarang, aku capek berbohong terus dan hanya mengikuti emosiku jo..

“maafkan aku jo.. maafkan suamimu.. ampuni aku jo.. ampuni aku..”

Dan aku tahu kamu tidak pernah berubah mencintai kami. Dari dulu sampai detik ini.

Dan Demi Allah suamiku,  aku mencintai kamu..maafkan aku. semua ini karena kesalahanku.. maafkan aku.

…….

Dear kamu..

Semesta memberiku hadiah terbaik tahun ini…

Dan untuk seseorang yang juga terluka disana,..

Terimakasih untuk kamu sudah memberi kami pelajaran berharga ini, mengembalikan dia ke dalam pelukan kami kembali. Maafkan dia..maafkan saya, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari dia.  Kamu cantik, kamu punya talenta dan kamu bisa meraih apa saja yang kamu inginkan. Usiamu masih muda dan untuk mendapatkan yang lebih baik dari dia itu mudah.

Saya tidak menyalahkan kamu, juga tidak ingin menjadi membenci kamu.  Apapun yang telah terjadi diantara kalian, itu semu dan palsu. kamu ga pantas mendapatkan itu, kamu pantas mendapat yang lebih baik dari itu. Jadikan dia dan kami sebagian dari hidup kamu dan kenangan manis kamu.

Saya sudah melihat bagaimana kalian.. hubungan kalian. Manis..manis sekali. saya kagum, bahkan saya mengakui saya ga memiliki yang kamu punya bersama dia.  Saya mengaku saya kalah.. saya bukan lawan kamu. Hanya saja di sisa nafas dan  daya saya, untuk berjuang mempertahankan keutuhan kami, saya tidak ingin menyerah. Tidak selama dia masih menginginkan dan memperjuangkan kami juga. Saya sedang berusaha ikhlas, mungkin nanti jika kamu sudah merasakan menjadi istri dan ibu kamu bisa merasakan yang saya rasakan sekarang.  maafkan sikap saya yang kekanak-kanakan. itu hanya emosi sesaat.

Saya tidak menawarkan permusuhan, saya menawarkan persahabatan jika kamu mau.. kita bisa sama-sama saling membantu menyembuhkan. itu juga jika kamu bersedia,..jika tidak saya hanya bisa meminta maaf sebesar-besarnya disini.

Semoga kamu bahagia. Ikhlaskan dia seperti saya juga berusaha keras mengikhlaskan semua ini. Saya yakin kamu bisa, karena saya yakin kamu wanita tegar. Dan dia yang telah membuat kamu terluka tidak pantas mendapatkan cintamu yg tulus.  Terima kasih.

Chita :)