Dan kepuasan terjadi ketika diam di dalam diam.
Siapa yang paling tahu aku. Bukan siapapun selain aku yang memiliki jasad ini. Bahkan ketika orang yang paling dekat pun, merasa yang sudah bisa menebak isi hatiku, menjugde isi kepalaku, dan mampu menilai keinginanku pun tidak lebih dari sebuah prasangka yang dibenarkan sepihak.
Dan kepuasan masih bisa dinikmati dalam diam.
Ada yang tahu apa mimpiku? Bukan siapapun selain aku. Bahkan ketika orang yang paling dekat pun, merasa yang paling tahu apa kebutuhanku, keinginanku. Sama sekali tak terpikirkan apa mimpi terbesarku.
Dan diamku.. Ah sudahlah. Lebih baik diam dalam diam.
Dan saya pun terdiam ketika membaca postingan ini. Jadi bisa lebih memaknai apa itu diam walaupun “jujur” belum pernah bisa menikmatinya #bukancerewetlho #eh
Mimpi besarku: bahagia dunia dan akhirat.
Salam
asyik.. teruslah diam ketika diam itu lebih bisa dinikmati oleh diri kita dan orang2 terkasih kita (minimal oleh keluarga)