Purnamamu untukku punya batas waktu

Dear Bulan,

Aku membayangkan, sekarang aku duduk diatas genteng rumahku. Seperti waktu masih jadi penghuni asrama 111  dulu. Persis saat purnama nyaris penuh di langit. Terang dan hening. Bercinta dengan bulan.

Aku sudah menemukan jawabannya, aku dan bulan kemarin sama-sama perih.

Bulan, seandainya dan yaa memang seandainya aku kembali ke suatu masa. Aku ingin kembali pada masa sebelum aku menaiki sepeda “federal”ku atau sebelum aku menyadari kamera pocketku raib oleh teman kecilku. Mungkin aku bisa membuat sebuah album kenangan tentangmu. Mungkin aku akan mengabadikan setiap purnamamu.

Dan mungkin aku akan membuat sebuah pesta kecil saat ulang tahunmu sebelum akhirnya aku memutuskan berhenti mencintaimu dan meyerahkan pada matahari. Lalu kamu akan mengerti bahwa album kenangan tiap purnamamu memiliki seluruh semestaku. lalu aku mulai bercerita dari awal purnamamu, setiap momen romantis antara kita. Saat aku berjuang untukmu, diam dalam pengetahuanku.

Mengetahui, mencari, menunggu, menggoda, memiliki, memilih, mengorbankan, menikmati, merasakan, menangis, menertawakan dan semua itu untuk satu…yaitu  MENCINTAI.

Dan kemudian dengan sedikit sisa krim kue di pipimu, kamu akan berterima kasih untuk cintaku. Tapi sayangku bulan,… kamu baru membuka separuh album kenanganmu. Kamu akan terperanjat, akan salah tingkah, akan berusaha memberikan penjelasan. Bahwa aku tak lagi memiliki purnamamu sekian lama. Bahwa aku telah tergantikan.

Bulan, kamu akan tahu mengapa aku sudah cukup mencintai. Dan aku telah menyiapkan semua ini karena aku tahu. Karena takdir tak bisa dilawan.

Sekeras apapun aku berusaha merubah jalan hidupku, memperbaiki kesalahan masa laluku, menjadi air untukmu. Takdir yang tertulis tidak bisa ku rubah. Purnamamu untukku punya batas waktu. Dan mungkin saat itu pilihanku bukan seperti pilihanku saat ini. Aku akan menyerah….

Bre,

Good bye 2011

image

Last post di 2011.

Tahun ini tadinya kuanggap tahun terbaik setelah beberapa tahun ini. Tahun ini tadinya akan punya ending yang baik.

Dan kenyataannya aku malah sangat mengutuk tahun 2011.

Seandainya aku bisa kembali di malam tahun baru 2005. Seandainya..

Aku tidak ingin mengingat setiap detik di 2011.

Dan waktu, bergeraklah cepat.

Atau selesailah dengan cepat.

Just so tired of being me.

Apologize

Mari kita menceritakan tentang dia..

…….

Ini hanya bagian dari hidup, ini akan ada akhirnya.

“aku tidak ingin yang lain selain kamu dan dio”

Lalu kamu memelukku menciumiku.. dan menangis.

Ga ada yang lebih kamu cintai di dunia ini selain aku dan buah hati kita. kamu sangat mencintai aku, kamu sangat membutuhkan aku dan dio. dan dia bukan apa-apa dibanding aku.. Aku yang terbaik. Aku yang terbaik.

Dia ga bisa berjuang bersama kamu dengan uang 10ribu, dengan 1 liter beras, dengan cacian. Dia hanya melihat aku yang seperti sekarang, aku capek berbohong terus dan hanya mengikuti emosiku jo..

“maafkan aku jo.. maafkan suamimu.. ampuni aku jo.. ampuni aku..”

Dan aku tahu kamu tidak pernah berubah mencintai kami. Dari dulu sampai detik ini.

Dan Demi Allah suamiku,  aku mencintai kamu..maafkan aku. semua ini karena kesalahanku.. maafkan aku.

…….

Dear kamu..

Semesta memberiku hadiah terbaik tahun ini…

Dan untuk seseorang yang juga terluka disana,..

Terimakasih untuk kamu sudah memberi kami pelajaran berharga ini, mengembalikan dia ke dalam pelukan kami kembali. Maafkan dia..maafkan saya, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari dia.  Kamu cantik, kamu punya talenta dan kamu bisa meraih apa saja yang kamu inginkan. Usiamu masih muda dan untuk mendapatkan yang lebih baik dari dia itu mudah.

Saya tidak menyalahkan kamu, juga tidak ingin menjadi membenci kamu.  Apapun yang telah terjadi diantara kalian, itu semu dan palsu. kamu ga pantas mendapatkan itu, kamu pantas mendapat yang lebih baik dari itu. Jadikan dia dan kami sebagian dari hidup kamu dan kenangan manis kamu.

Saya sudah melihat bagaimana kalian.. hubungan kalian. Manis..manis sekali. saya kagum, bahkan saya mengakui saya ga memiliki yang kamu punya bersama dia.  Saya mengaku saya kalah.. saya bukan lawan kamu. Hanya saja di sisa nafas dan  daya saya, untuk berjuang mempertahankan keutuhan kami, saya tidak ingin menyerah. Tidak selama dia masih menginginkan dan memperjuangkan kami juga. Saya sedang berusaha ikhlas, mungkin nanti jika kamu sudah merasakan menjadi istri dan ibu kamu bisa merasakan yang saya rasakan sekarang.  maafkan sikap saya yang kekanak-kanakan. itu hanya emosi sesaat.

Saya tidak menawarkan permusuhan, saya menawarkan persahabatan jika kamu mau.. kita bisa sama-sama saling membantu menyembuhkan. itu juga jika kamu bersedia,..jika tidak saya hanya bisa meminta maaf sebesar-besarnya disini.

Semoga kamu bahagia. Ikhlaskan dia seperti saya juga berusaha keras mengikhlaskan semua ini. Saya yakin kamu bisa, karena saya yakin kamu wanita tegar. Dan dia yang telah membuat kamu terluka tidak pantas mendapatkan cintamu yg tulus.  Terima kasih.

Chita :)

Episode baru

Ini hidup.. dan ini hanya sekali. jadi move on…  No matter what happen, life is good.. :)

Satu episode baru dalam hidupku, awal dan pagi yang menyakitkan tentu saja. Baru kemarin dia bercerita tentang seseorang yang mati karena tiba-tiba ditusuk dari belakang oleh seseorang. Kalau saya?? saya ditusuk, lalu kesakitan luar biasa, lalu dibacok, lalu dirajam, lalu dicincang kemudian di bakar hidup-hidup. Sakitnya sama.. karena sakitnya terasa dari awal pertama aku ditusuk.

Dipaksa melihat sosok lainnya dan kemudian dipaksa menerima ini semua. menelan bulat-bulat dan nikmati.. ya sudahlah, semua terjadi bukan karena tanpa alasan. panjang lebar, ribuan kilogram mungkin kekuranganku. dan semua ditimpakan hari ini bersamaan. BRukk!!!

ahh.. cinta memang butuh pembuktian, dan aku benar-benar ingin membuktikan. kata orang cinta itu adalah ketika bisa melihat orang yang kita cintai bahagia. Dan dimanapun dia menemukan kebahagiannya, aku tetap berdiri disini bersama malaikat kecilku, menunggu dia sejenak pulang, lalu kembali menjemput bahagianya lagi.

Aku akan berpura-pura memiliki berton-ton ketegaran,..

Aku akan berpura-pura, bahwa ini cuma mimpi buruk..

Mari tetap tertawa, mari tetap bercanda, dan mari kita tetap mumuja sang Pemilik Hidup. Hidup ini terlalu remeh temeh jika hanya untuk menikmati sakit hati dan kekecewaan. Dan pelajaran hidup mengajarkan, bahwa membabi buta hanya perilaku pecundang. Balas dendam itu ga ada abisnya,  Ikhlas itu jauh lebih baik…

Minta aku menjadi ibu, aku akan menjadi ibu, minta aku menjadi istri aku akan menjadi istri.

Aku bisa menjadi superwowan jika memang aku diharuskan menjadi superwoman, aku pernah mencoba dan aku bisa. Namun pantang aku mengalah kalah melepas nama mu. Lebih baik aku menunggu, karena episode ini akan punya akhir. entah seperti apa akhirnya..aku tidak ingin menjadi yang kalah. Karena sejak awal akulah pemenangnya.

Cinta memang luarbiasa, dan aku benar-benar tergila-gila.. dan cinta ini yang menguatkan aku disisimu.. apapun yang terjadi kecuali kematianku.

Aku masih sangat mencintai suamiku.. :)

 

Diam di dalam diam

Dan kepuasan terjadi ketika diam di dalam diam.

Siapa yang paling tahu aku. Bukan siapapun selain aku yang memiliki jasad ini. Bahkan ketika orang yang paling dekat pun, merasa yang sudah bisa menebak isi hatiku, menjugde isi kepalaku, dan mampu menilai keinginanku pun tidak lebih dari sebuah prasangka yang dibenarkan sepihak.

Dan kepuasan masih bisa dinikmati dalam diam.

Ada yang tahu apa mimpiku? Bukan siapapun selain aku. Bahkan ketika orang yang paling dekat pun, merasa yang paling tahu apa kebutuhanku, keinginanku. Sama sekali tak terpikirkan apa mimpi terbesarku.

Dan diamku.. Ah sudahlah. Lebih baik diam dalam diam.