>pukul 5.30 pagi. setelah menikmati dua bungkus nasi uduk dan segelas teh panas. (sebungkusnya keciilll banget kayak sego kucing) *halah alesan padhl maruk* rasanya otak ini refresh lagi. menikmati pagi ini sendiri (lagi). si embak blm bangun…*pembokate jek molor jan enak tenan pembantune* mas aidil *tsaaah* masih berselimutkan kehangatan bed cover..dan dio masih terlentang dengan perut terbuka lebar. *bapake kademen lha anake malah sumuken* meskipun Ac terasa dingin sekali..tp dio tetap dengan kebiasaannya…keringetan meski pake AC.
Ditemani suara glen fredly dan Dewi Persik *najong* aku mulai lampiaskan keinginanku untuk bersendau gurau dengan pagi…entah perasaan apa yg mengusikku pagi ini.. udaraMu begitu menginsipirasiku ya ALLAH…embunMu menyejukkan hatiku yg rindu belaianMU. DinginMu mengelusku seolah Engkau sedang membelaiku.
Teringat lagi percintaan kita malam tadi, merasakan adanya diriMu benar2 dalam tubuh kotorku. Menikmati setiap sentuhan kasihmu dalam firmanMu. Ahh…begitu nikmat semua itu ketika hasratku benar2 terlampiaskan denganMU. Sungguh aku teramat sangat mencintaiMu ya Allah…dan aku tidak ingin kehilanganMu..jauh dariMU.
Si embak dah bangun..sudah memulai aktifitasnya. Aku termenung, diatas kursi goyang diteras rumah sambil sedikit mengantuk, winamp masih menyala..sayup yg terdengar senandungnya Jason Mraz…*asemm ki lagu marai ngantuk tenan* tp ternyata senandung itu kalah keras dibanding suara ibu tetangga yg berteriak2 mambangunkan anaknya.. dan suara tukang roti yg sudah ke lima kalinya lewat. *banyak amat seh tukang rotinya*
Seolah tak terusik dengan hingar bingar kehidupan pagi di komplek, aku masih asyik dengan bukuku. “HIDUPKAN HATIMU” penulisnya Dr. Aidh bin Abdulah Al Qarni. Seorang penulis hebat dan seorang muslim yg baik. Siapa seh yang ga’ kenal dia, penulis buku La Tahzan yang fenomenal itu.
lembar demi lembar mulai mengisi otakku. Ahhh..bertambah cinta aku padaMu ya ALLAH..dan begitu kotornya aku ya ALLAH. Astaghfirullah…
“Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kalian kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kalia, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kalian akan dikumpulkan” (QS. Al Anfal (8) : 24)
Tiba-tiba ulu hatiku seperti tertusuk…Aku belum bisa bener2 menjalankan seruanNya dan mengikuti seruan Rasulku…*tepuk jidat* kembali terbayang aku 2-3 tahun yang lalu. Lagi-lagi aku menertawakan diriku sendiri. Begitu besar nikmat Allah yg diberikan padaku. Dan aku benar2 bersyukur untuk itu semua. Begitu banyak perubahan. Begitu banyak limpahan nikmat kasihMu dalam kehidupanku.
3 tahun yang lalu, aku masih mengorek celengan plastik untuk sekedar membeli beras seliter. Aku masih tidur menumpang di Pondok Mertua Indah, numpang tempat, numpang pake barang2nya jg. Kadang uang tinggal 10rb rupiah untuk makan hari ini, entah besok. Dan mas aidil bekerja hanya membawa 1000 perak. Untuk makan yg benar2 bergizi seperti sekarang sulit..ujung2annya Asi untuk dio jadi sangat kurang. Ngutang sana-sini. Entah sudah berapa kali, perhiasanku masuk sekolahan. hahahaha Bahagia? tentu saja… aku masih bisa tertawa. Masih bisa tidur diruangan yg ber AC meskipun numpang disebuah ruangan yg dulunya tempak praktek bidan. Masih bisa memberikan susu untuk dio, meskipun susu yang paling murah. masih bisa pake baju bagus, daripada gembel dipinggir jalan. Hanya saja…aku belum mengenalMU dan RasulMu saat itu. Belum tumbuh rasa cinta itu. masih sangat kental aura kejawenku. *ketok meja 3 kali*
Pasti itu semua karena karuniaMu, dengan membaiknya kondisi perekonomian kami. Jauh lebih baik. Jauh lebih mapan. Kami sudah tidur dirumah kami sendiri, pergi kemana2 ga’ perlu takut panas dan hujan. Sudah bisa beli daging dan udang setiap hari. Bukannya sombong, hanya mensyukuri..betapa besar nikmat Allah yang diberikan padaku. Alhamdulillah…. KAU yang membawaku ke dunia yg awalnya sangat asing buat aku… kehidupan orang2 berjilbab dan ber sosial yg tinngi di sini. Kehidupan orang2 berTuhan yang kental…berbeda sekali dengan lingkungan dulu waktu masih numpang. Banyakan tukang mabok, maling, copet dan wanita2 ber tank top yg nongkrong di pinggir gang. Sekali lagi.. ALHAMDULILLAH… anakku tidak besar dilingkungan seperti itu.
Lamunanku kembali menerawang tinggi..kembali ke masa lalu… mengingat seorang Ibu yg tidak terlalu tua namun dengan perawakan badan yg kecil..menghitam kulitnya karena terlalu sering dicuci darah. Pelan tapi pasti airmata ini menetes lagi… Begitu rindu padanya. Pada cintanya padaku…pada petuah nasihatnya “Jangan tinggalin sholatnya cit” terngiang terus ucapan beliau di telingaku…aku tau, Engkau menjaganya disana.
“Ya Allah.. Ampunilah segala dosa-dosaku. yang kusengaja maupun yang tidak ku sengaja. yang aku sadari maupun yg tidak aku sadari. yang akan kulakukan maupun yg pernah aku lakukan”
“Ya Allah…Ampunilah segala dosa-dosa dan kesalahan Ibuku. Berikan beliau tempat terbaik di sisiMU”
“Ya Allah.. ampunilah dosa2ku terhadap ibuku. Jauhkan beliau dari azab kuburMu hingga kiamatMu datang”
Terjaga aku dari lamunan panjangku. Entah sudah berapa lama aku terduduk disini. Sudah nyaris jam 7 pagi. Anak2 smp dan sma sudah pada berangkat. Dio dan papanya masih terlelap. Aku ngantuk. sebaiknya aku nyusul aja ah… Efek samping nasi uduk pagi ini dasyat banget..bikin manusia sableng dengan otak tinggal 2 sendok ini bisa bersenandung cinta. *halah*