Love

Episode baru

Ini hidup.. dan ini hanya sekali. jadi move on…  No matter what happen, life is good.. :)

Satu episode baru dalam hidupku, awal dan pagi yang menyakitkan tentu saja. Baru kemarin dia bercerita tentang seseorang yang mati karena tiba-tiba ditusuk dari belakang oleh seseorang. Kalau saya?? saya ditusuk, lalu kesakitan luar biasa, lalu dibacok, lalu dirajam, lalu dicincang kemudian di bakar hidup-hidup. Sakitnya sama.. karena sakitnya terasa dari awal pertama aku ditusuk.

Dipaksa melihat sosok lainnya dan kemudian dipaksa menerima ini semua. menelan bulat-bulat dan nikmati.. ya sudahlah, semua terjadi bukan karena tanpa alasan. panjang lebar, ribuan kilogram mungkin kekuranganku. dan semua ditimpakan hari ini bersamaan. BRukk!!!

ahh.. cinta memang butuh pembuktian, dan aku benar-benar ingin membuktikan. kata orang cinta itu adalah ketika bisa melihat orang yang kita cintai bahagia. Dan dimanapun dia menemukan kebahagiannya, aku tetap berdiri disini bersama malaikat kecilku, menunggu dia sejenak pulang, lalu kembali menjemput bahagianya lagi.

Aku akan berpura-pura memiliki berton-ton ketegaran,..

Aku akan berpura-pura, bahwa ini cuma mimpi buruk..

Mari tetap tertawa, mari tetap bercanda, dan mari kita tetap mumuja sang Pemilik Hidup. Hidup ini terlalu remeh temeh jika hanya untuk menikmati sakit hati dan kekecewaan. Dan pelajaran hidup mengajarkan, bahwa membabi buta hanya perilaku pecundang. Balas dendam itu ga ada abisnya,  Ikhlas itu jauh lebih baik…

Minta aku menjadi ibu, aku akan menjadi ibu, minta aku menjadi istri aku akan menjadi istri.

Aku bisa menjadi superwowan jika memang aku diharuskan menjadi superwoman, aku pernah mencoba dan aku bisa. Namun pantang aku mengalah kalah melepas nama mu. Lebih baik aku menunggu, karena episode ini akan punya akhir. entah seperti apa akhirnya..aku tidak ingin menjadi yang kalah. Karena sejak awal akulah pemenangnya.

Cinta memang luarbiasa, dan aku benar-benar tergila-gila.. dan cinta ini yang menguatkan aku disisimu.. apapun yang terjadi kecuali kematianku.

Aku masih sangat mencintai suamiku.. :)

 

Romansa aku dan pohon mengkudu

Seperti digerakkan oleh semesta, aku bertanya dan melangkah menuju satu pohon buah mengkudu berbuah lebat yang hidup nyaris meranggas jika musim hujan tak datang di padang ilalang. Dia tumbuh sendiri berteman rumput tinggi pendek hijau menguning dan serangga semacam capung. Belalang, Semut bisa jadi juga beberapa tikus tanah, cacing-cacing yang bertumbuh pesat semenjak tanah mereka menjadi gembur. Mungkin ada kalajengking, mungkin ada ular dan bisa jadi dibalik rimbunan ilalang tinggi pendek hijau menguning. Beberapa bunga liar menyembul dibalik mereka.

Aku diam tertegun menatap  sebuah pohon mengkudu menjulang, jaraknya 15 meter dihadapanku. Tanpa jalan setapak atau seseorang yang menuntunku menuju pohon itu. Kegelisahan merayapi nadi-nadi membujuk sebuah keinginan melangkah menjadi berbalik dan pulang.

Bagaimana jika karena ketakutan luar biasa seekor kalajengking mini, lalu melihatku yang nyaris menggilas tubuhnya secara reflek menancapkan capit beracunnya dari bawah ilalang di jempol besarku. Jika itu hanya seekor, bisa jadi dua, tiga, empat, atau bisa jadi di balik ilalang yang rimbun itu ada kerajaan kalajengking.

Bagaimana jika seekor laba-laba besar hitam yang tidak berhenti menatapku sedari tadi aku mengamati pohon itu. Laba-laba itu seolah merencanakan rencana besar akan menjeratku dengan gulungan benang-benang jaring ringannya.  Lalu dia akan merayapi kaki dan tubuhku. Bukan seekor tapi dia dan teman-teman satu genknya. Aku mungkin akan berteriak mati-matian sambil lompat dan menarikan tarian pemanggil hujan.

Bagaimana jika seekor ular yang terpendek kecilpun diam-diam mengendap naik dibalik celana jinsku. Melilitkan tubuhnya yang kemudian membuat patah tulang kakiku. Atau kalau sedang iseng ular itu akan menancapkan gigi tajamnya mengalirkan bisanya masuk ke aliran darah dan seketika aku mati. Itu pasti mimpi menjadi nyata. Pikiranku jadi semakin sulit melupakan ratusan mimpi buruk tentang dipatok ular, dililit ular, dikagetin ular, dikejar ular, dimakan ular.

Pulang. Mundur. Lari sejauh mungkin. Tinggalkan tempat paling menakutkan ini. Jangan menoleh ke belakang. Lari selagi aku bisa. Lari selagi aku belum menangis ketakutan. Lari sebelum aura ketakutan ini membuat polusi udara dimana-mana, mereka yang paling aku takuti akan merasakan. Entah aku pernah mendengar atau membaca atau mungkin juga bermimpi, mereka hewan-hewan melata menggelikan yang mampu membuat bulu kudukku berdiri lebih tinggi daripada ketika aku berkunjung tengah malam di kuburan keramat malam 1 suro, mereka mampu merasakan aura ketakutan musuh terbesarnya lalu menyerang. Tidak, aku harus lari. Sejauh mungkin.

Aku kalau minum air rebusan daun mengkudu itu pasti cepet sembuh.

Aku berjongkok, mengutuki diriku sendiri. Cinta itu luar biasa. Dan Ketidakmampuan ini masih membekukan seluruh tubuhku. Takut melangkah enggan mundur. Dan langit awannya muram abu-abu kelam. Romansa antara aku dan pohon mengkudu itu dihancurkan oleh ilalang.

Bismillah. Selangkah. Dua langkah. Keringatku seperti hujan salju lokal dikulitku. Tiga langkah. Empat langkah. Aku mulai menangis. Mulai berdoa memohon pertolongan dalam hati. Melafalkan ayat kursyi. Berlari secepatnya dan menutup mata. Seperti kesetanan menyibak rimbunan ilalang. Semoga kalajengking itu sendirian dan langsung mati terinjak kakiku, semoga laba-laba itu tidak sedang melihatku tapi sedang tidur sore bermimpi tentang kekasihnya sehingga dia tak peduli padaku. Semoga ular-ular itu sedang kenyang atau gigi mereka ompong atau mereka terlalu kecil hingga di larang orang tuanya maen jauh-jauh dari sarangnya. Semoga aku selamat.
Sampai dan nafasku terenggah-enggah. Adrenalin mengalir deras, dan aku tak mau berlama-lama. Aku tidak ingin berpikir lagi.

Membabi buta mengambil pucuk-pucuk daunnya. Aku tidak pernah menduga banyak kumbang. Ada sarang mereka diatas sana. SEMPURNA. Dan lari kembali melewati jalan yang sama tadi.

Sambil berlari aku mengacungkan jari tengah kepada kalajengking, laba-laba, ular dan binatang-binatang melata lainnya.

Aku tertawa dan aku menang.

My husband gay 2

Petir bergulung-gulung diatas langis, memekik kan nada-nada heavy metal. Tuhan memang Maha Rock N Roll. Maaf kita sedang tidak di nada yang sama Tuhan, lebih baik aku sembunyi dibalik selimut. Berdoa, semoga, rumah kecilku tidak rubuh. November memang semakin dingin, namun tetap suasana hati masih panas meranggas. Musim menikah dimana-mana, ditambah tahun ini november punya hari berbeda. 11-11-11. Entah doa, entah mistik mereka banyak berbaris diantrian menikah dan operasi sesar. Pernikahan, dan pikiranku langsung terbang ke salah satu cerita cinta, Ed dan kehidupan pernikahannya.

Dan, rasakan degup jantungku. ini perasaan bahagia, ini juga was-was.

“Easy darling.. relax…”

—0000—-

Read more…

C.L.B.K.

[Percakapan dimulai]

“jadi gimana kamu selama aku ga ada bre?”

you can read them.. aku juga udah sms in kamu yang udah terjadi

“so whats happen yesterday?’

dunno, seperti intermezo aja melewati hari.

“ceritakan, aku butuh hiburan banget”

ok.. come here.  miss u like hell!!

Kayaknya aku ga perlu menceritakan kronologis kejadiannya. bored dan gampang banget. tapi inilah, seperti membuka kotak usang dipojokan hati. Dibuka lalu mendapati diriku sudah sembuh dari luka  karena dia. iyaaa, masih cerita cinta. Cinta Pertama.

“kamu belum pernah cerita?”

masa sih? hidup gw emang full of love

[tertawa]

Ini bukan tentang  long love sprout again, nope!! kamu tau isi hatiku. Matahari pun tau. ini tentang kisah bertahun-tahun lalu, i used to be  fall in love with someone. Umurnya tahunan bersemayam di hati, dan hancur berkali-kali lalu recovery berkali-kali. seperti fungi. dan aku sekarang baru sadar waktu itu mataku gelap. Gelap sampe nyemplung berkali-kali. dan itu judulnya belajar.

“so dimana dia sekarang?”

somewhere 

“still have the same feeling?”

becandaa lo???? kayak lo ga ngerti gw dan, brengsek lo!!

Aku masih inget jelas, clearly, apa yang terjadi antara dia dan aku. Sakit. aku paling sakit kalo udah dibohongi. Aku pernah menjadi benci luar biasa sama dia. pernah nglemparin cacian buat dia. Bertahun-tahun yang lalu, kemudian terbungkus rapi di pojokan hati.

Lalu aku belajar, mencintai dicintai, memberi diberi, menyakiti disakiti, menghargai dan dihargai. Dan tentu saja kemudian mencintai bulan dan matahari, lalu bintang. Aku sembuh. Lupa semua sakit itu, lupa. Kemudian semesta mengingatkan, dan aku menemukan dia lagi untuk meminta maaf pada sumpah serapahku.

 i never thought that i’ll find him again. after many years…

“rasanya?”

laugh it all.. :))

ini pertama kalinya dia menginspirasiku lagi, after puisi-puisi bodoh dan curhatan kamso-paijo ku di diary. as i told you before, he becomes unexpected arrival. aku mabuk kata-kata cintanya, antusiasnya dan kepo abis. Laugh it!!!

“otak lo masih konslet bre??”

sometimes… :)) tertawalah dan, enjoy your love and get drunk!!

“lalu bintang pa kabarnya?”

ada. berjuang untuk sebuah harapan baru. dan aku melihat dari sini, ga mau ganggu, ga ingin jadi kerikilnya. dia tau aku ada anytime he needs me. .. :)

“lalu ??”

yang paling bisa bikin aku nangis saat ini adalah resahku. aku masih takut, dan semoga ini cuma ketakutanku. Dia harus bahagia dan, harus :((

“atau??”

atau gw bisa mati penasaran. doakan saja, cuma itu yang bisa kita kasih sekarang, and kasih semangat luar biasa, dia bisa.

Anyway, aku  tadi ngetes ilmunya Google, and apa yang kudapat? sipirilii….. lets laugh again!!

Sayup terdengar lagu mahadewi – satu-satunya cinta :D

——–

 

 

Resah

Baiklah, akan aku ceritakan keresahan ini. Suatu hari di ujung malam, tiba-tiba semuanya padam. Lalu menjadi mimpi buruk, dan pagi harinya aku terbangun dengan keringat dingin.
Ternyata pagi ini aku panen kekhawatiran, otak masih penuh tanda tanya besar “bagaimana mungkin”. Itu tadinya cuma sekedar cerita yang aku tulis untukmu dulu. Lalu publish dan menjadi nyata.  Pertanyaan2 yang dulu kita gulirkan mendadak punya jawaban semua.
Lalu berceritalah kamu, tentang ini, itu, begini, lalu begitu dan inilah. Madep mantep maju. Ambil semua resiko di depan. Bismillah, dan hadapi.
Ini bukan pengorbanan bre, ini win win solution.

Resah ini, ga akan bisa kamu jawab hanya dengan meyakinkan aku. Kamu tau aku tau kamu. Kamu tau aku paling ga bisa kalo ujung-ujungnya kamu nyakitin hatimu sendiri. Kemarin kamu bilang mau jadi diri kamu sendiri, dan kalo ini malah jadi bikin kamu semakin jadi bukan kamu.

Ah, sahabat macam apa aku? Sama sekali ga ada gunanya.

Janji sama aku ya sayang, kamu ga akan nyakitin hatimu. Kamu akan bahagia. Kamu Harus janji, kamu harus janji sama aku. KAMU HARUS BAHAGIA.

Kamu harus bahagia. Kamu harus bahagia. Kamu harus bahagia.