Bintang bukan milikku dan, sebesar apapun aku mencintainya. Sekeras apapun usahaku, dia tidak akan bisa kumiliki. Karena aku bulan satu-satunya yang menikmati kenyamanan bersamanya.
Ga ada gunanya kita ke jogja, aku hanya akan menjadi semakin takut kehilangan dia.
Kita pulang yah, aku belum siap. Tolong, kali ini aku sedang tidak ingin dipaksa.
Aku yakin bintang akan lebih mudah bersinar tanpa aku disekitarnya.
“benarkah?”
Dia bintangku, dia tak tergantikan.
“ok, aku berangkat sendiri. Akan kusampaikan salammu”
Seminggu kemudian
“bre, nih oleh-oleh buat kamu. Jangan marah kalo ga muat sama badan kamu, salah sendiri ga ikut.”
gimana jogja sekarang?
“kamu seharusnya melihat sendiri, mereka orang-orang yang kuat. Survive dari bencana sebesar itu”
bagus. Sooo, ada cerita apa disana? Aku menahan diri untuk tidak bertanya tentang bintang.
“aku bertemu seseorang disana, seorang teman baik. Namanya clara. Orang jakarta juga yang sekolah disana”
cantik?
“kamu tau kan bagaimana seleraku?” Dani mengerlingkan matanya yang indah.
semoga dia ga jatuh cinta sama kamu, bisa repot dia.
“jangan bilang kamu cemburu sayang?”
in your dream beib..
“jangan nyesel ya?”
terserah kamu deh, trus..trus gimana clara?
“dia yang ngajakin aku keliling jogja. Dari makan gudeg sampe belanja batik. Gadis yang sangat menyenangkan, banyak bicara, seenaknya. Dia tidak pernah berpikir orang akan panas mendengar kata-katanya yang selalu diselipkan umpatan khas anak sekarang”
“cantik bre, kecil anaknya. Rambutnya agak kecoklatan, pendek sebahu dengan sedikit ikal. Dia selalu memakai celana pendek dengan tas selempang menempel di badannya. Sudah 3 tahun dia di jogja”
“dia gadis istimewa bre, aku belajar memaki dari dia. Tapi dia juga anak yang baik, dia selalu kritis mengomentari sekitarnya. Aku yakin dia gadis pintar”
dan sepertinya bukan dia yang jatuh cinta, tapi kamu.
“bukan bre, aku hanya mengagumi salah satu makhluk yang indah. 5 hari aku bersenang senang dengannya.Aku sempat berpikir memperpanjang masa liburan. Sampe akhirnya..”
Dani menerawang ke kejadian 3 hari yang lalu. Ketika dia berusaha mencari bintang milik bre. Tepat di bawah langit jogja, dia ingin tahu bintang apa yang membuat bre jatuh cinta. Clara masih sibuk bercerita, seperti anak kecil. Dani membiarkannya.
“om, udah lima hari nih.. Dan om sama sekali belum meniduri aku. Kenapa sih?”
“huahaha jadi kamu ingin ditiduri?”
“jadi emang gitu ya orang kaya itu, booking aku cuma dipake jadi gaet”
Dani mengecup bibir clara, mereka saling memagut. Namun sebelum clara menjadi semakin liar dani sudah melepaskan ciumannya dan menatap mata clara dalam-dalam.
“cantik…perempuan cantik seperti kamu bahkan yang lebih, banyak di jakarta. Harganya pun lebih murah dari kamu. Tapi tidak, aku ke jogja untuk berlibur bukan untuk mencari pemuas nafsu. Tapi kalo kamu menginginkan aku bisa saja memberi kamu kepuasan, dan aku tidak membutuhkan kebalikannya.”
“kamu sudah baik mau menemani aku cantik, yang bisa aku berikan adalah menyenangkan kamu saat ini. Cuma kalo kamu mau lebih berusaha kamu bisa mendapat lebih dari yang kamu dapat dari aku. Gunakan otakmu.”
“klise om, terserah om aja deh. Clara ga maksa kok, yang penting clara dapet duit”
DaNi tersenyum dan memeluk clara. Hatinya berbicara pada bintang.
apa kabarnya bintang?
“nyaris padam, dia butuh kamu bre.”
jangan main-main
“buat apa aku bohong, harusnya kamu lihat sendiri. Cahayanya nyaris semu.”
Aku diam. Entahlah, pasti ada jalan.